Minggu, 01 Mei 2011

Konsep Pemrograman Berorientasi Obyek | Part 1

Posted by Andhika Afian  |  at  11.34.00 No comments

bahasa prosedural :
Serangkaian tugas diselesaikan dalam bentuk fungsi atau prosedur.
Cara pandang  program adalah suatu urutan instruksi.
Programer harus me-break down suatu problem menjadi sub problem yang lebih simple.
Fungsi dan prosedur menjadi fokus utama.
Fungsi dan prosedur digunakan untuk memanipulasi data.
Data bersifat pasif

Pemrograman Berorientasi Obyek:
Fungsi dan data bukan menjadi dua hal yang terpisah.
Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut sebagai obyek aktif.


Cara pandang program adalah serangkaian obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan suatu problem.

Apakah Obyek?
Semua benda yang ada di dunia nyata dapat dianggap sebagai obyek.
Contoh : rumah, mobil, sepeda motor, gelas, komputer, meja dll.

Karakteristik Obyek
Setiap obyek memiliki atribut sebagai status (state).
Setiap obyek memiliki tingkah laku (behavior)
Contoh: obyek sepeda
– Memiliki atribut (state) : pedal, roda, jeruji, warna, jumlah roda.
– Memiliki tingkah laku (behavior): kecepatanya menaik, kecepatannya menurun, perpindahan gigi sepeda.

Penggambaran pemrograman berorientasi obyek = penggambaran pada dunia nyata.
 Pada pemrograman berorientasi obyek:
– State disimpan pada variabel
– Tingkah laku disimpan pada  method


Apakah Class?
Definisi class: merupakan template untuk membuat obyek.
Definisi class: merupakan prototipe / blue prints yang mendefinisikan variabel – variabel dan method – method secara umum.
Obyek merupakan hasil instansiasi dari suatukelas.
Proses pembentukan obyek dari suatu class disebut dengan instantiation.
Obyek disebut juga instances.

Attributes:
Definisi atribut :  adalah data yang membedakan antara obyek satu dengan yang lain.
Contoh: VolcanoRobot  A volcanic exploration vehicle, mempunyai atribut sebagai berikut:
–    Status  exploring, moving, returning home
–    Speed in miles per hour
–    Temperature, in Fahrenheit degrees
Dalam class atribut disebut sebagai variabel.
Instance variable: adalah atribut untuk tiap obyek dariclass yang sama.
Tiap obyek mempunyai dan menyimpan nilai atributnyasendiri.
Jadi tiap obyek dari class yang sama boleh mempunyainilai yang sama atau beda.
Class variable: adalah atribut untuk semua obyek yang dibuat dari class yang sama.
Semua obyek mempunyai nilai atribut yang sama.
Jadi semua obyek dari class yang sama mempunyai hanya satu nilai yang value nya sama.


Behavior:
Behavior / tingkah laku adalah hal – hal yang bisa dilakukan oleh obyek dari suatu class.
Behavior dapat digunakan untuk mengubah nilai atribut suatu obyek, menerima informasi dari obyek lain, dan mengirim informasi ke obyek lain untuk melakukan suatu task.
Contoh: VolcanoRobot
–    Check current temperature
–    Begin a survey
–    Report its current location
Dalam class, behavior disebut juga sebagai methods.
Methods: adalah serangkaian statements dalam suatu class yang menghandle suatu task tertentu.
Cara obyek berkomunikasi dengan obyek lain adalah dengan menggunakan method.
Contoh: class, object, attributtes, dan behavior


Konsep Dasar OOP :
Enkapsulasi (Encapsulation)
Definisi enkapsulasi: Pembungkusan variabel dan method dalam sebuah obyek yang terlindungi serta menyediakan interface untuk mengakses variabel tersebut.
Variabel dan method yang dipunyai suatu obyek, bisa ditentukan hak aksesnya.
Contoh:  jam tangan
– Penting sekali untuk mengetahui waktu.
– Cara jam mencatat waktu dengan baik antara jam bertenaga baterai atau bertenaga gerak tidaklah penting kita ketahui.
Dalam OOP, konsep enkapsulasi sebenarnya merupakan perluasan dari struktur dalam bahasa C.

Penurunan (Inheritance)
Definisi : merupakan pewarisan atribut dan method dari sebuah class ke class lainnya.
Class yang mewarisi superclass
Class yang diwarisi subclass
Subclass bisa berlaku sebagai superclass bagi class lainya multilevel inheritance.
Contoh : terdapat class sepeda dan sepeda gunung.
–    Sepeda superclass
–    Sepeda gunung subclass
– Sepeda gunung memiliki variabel dan method yang dimiliki oleh sepeda.
Prinsip : Persamaan-persamaan yang dimiliki oleh beberapa kelas dapat digabungkan dalamsebuah class induk sehingga setiap kelas yang diturunkannya memuat hal-hal yang spesifikuntuk kelas yang bersangkutan.
keuntungan pewarisan :
Subclass menyediakan state/behaviour yang spesifik yang membedakan dengan superclass  memungkinkan programmer untuk menggunakan ulang source code dari superclass yang telah ada.
Programmer dapat mendefinisikan superclass khusus yang bersifat generik, yang disebut abstract class, untuk mendefinisikan class dengan tingkah laku dan state secara umum.

Single dan multiple inheritance:
C multiple inheritance
Suatu class diperbolehkan untuk mempunyai lebih dari satu superclass.
Variabel dan method yang diwariskan merupakan kombinasi dari superclass-nya.
Java single inheritance
Suatu class hanya boleh mempunyai satu superclass.
Suatu subclass bisa menjadi superclass bagi class yang lain.

Polimorfisme (Polymorphism)
Definisi: Kemampuan suatu obyek untuk mempunyai lebih dari satu bentuk .




















Focusing on the way a computer handles tasks
Focusing on the task you are using the computer for



Tags:
ANDHIKA NUR AFIAN

Weblog ini hanya sekedar sedikit berbagi ilmu pengetahuan teknologi, programming dari nativePHP - Framework - Java - Android. semoga artikel yang anda baca ini berjudul Konsep Pemrograman Berorientasi Obyek | Part 1 bisa bermanfaat buat sobat PANTURA: Konsep Pemrograman Berorientasi Obyek | Part 1 dan terima kasih atas kunjungannya.
Email: andhika.na@gmail.com
BBM: 7DFD2D07

Get Updates

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

Share This Post

Related posts

0 comments:

© 2013 PANTURA. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
back to top